TASIKMALAYA, Pusparaja – Langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka stunting terus digelorakan di Kabupaten Tasikmalaya. Bertempat di kawasan asri Wisata Edukasi dan Institut Alam Rimba, Cirahab, Desa Pusparaja, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Tasikmalaya, Ibu Hj. Retno Widiyastuti, secara resmi membuka sekaligus menyerahkan program "Pesta Telor" dan "Gerakan Menanam Cabe".
Suasana sejuk khas Institut Alam Rimba Cirahab menambah kekhidmatan acara serah terima program yang dihadiri oleh para pengurus PKK di berbagai tingkatan , perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Dinas terkait.
Dua Pilar Utama: Gizi Keluarga dan Kemandirian Pangan
Dalam sambutannya, Ibu Hj. Retno Widiyastuti menekankan bahwa kedua program ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan simultan yang menyasar dua isu krusial di tingkat keluarga: pemenuhan gizi dan stabilitas ekonomi domestik.
Program "Pesta Telor": Merupakan komitmen PKK dalam mengampanyekan pemenuhan protein hewani bagi anak-anak dan ibu hamil. Langkah ini diambil sebagai strategi berbasis keluarga untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
"Gerakan Menanam Cabe": Di sisi lain, gerakan ini diinisiasi untuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah. Menanam cabe secara mandiri diharapkan mampu menjadi jaring pengaman ekonomi keluarga di tengah fluktuasi harga pangan pasar.
"Ketahanan pangan sejati itu dimulai dari halaman rumah kita sendiri. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabe dan memastikan anak-anak kita mendapat asupan protein terbaik seperti telur, kita sedang membangun generasi Tasikmalaya yang sehat, cerdas, dan mandiri," ujar Ibu Hj. Retno Widiyastuti penuh semangat.
PESTA TELUR di Kabupaten Tasikmalaya merupakan singkatan dari Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Budidaya Ayam Petelur.
Program inovatif ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A). Tujuan utamanya adalah melakukan percepatan penurunan angka stunting sekaligus mendongkrak ekonomi keluarga kurang mampu, khususnya bagi keluarga yang memiliki balita stunting atau ibu hamil.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai konsep dan pelaksanaan program Pesta Telur:
1. Konsep Kandang Vertikal Terpadu (Simbiosis Mutualisme)
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan ayam biasa, melainkan menggunakan sistem rak vertikal terpadu yang ramah lahan dan membentuk ekosistem mandiri:
Bagian Atas: Diisi dengan ayam petelur sebagai sumber utama produksi telur untuk memenuhi kebutuhan gizi protein keluarga dan sisanya bisa dijual.
Bagian Tengah: Digunakan untuk budidaya maggot (larva lalat BSF). Maggot ini berfungsi mengurai kotoran ayam yang jatuh dari atas, sekaligus bisa dipanen sebagai pakan tambahan yang tinggi protein.
Bagian Bawah: Difungsikan sebagai kolam ikan. Air kolam mendapat asupan nutrisi, dan ikan bisa memanfaatkan sisa maggot atau pakan yang terjatuh, menciptakan siklus pangan yang efisien.
2. Skema Bantuan untuk Keluarga Sasaran
Setiap keluarga yang terdata sebagai penerima manfaat akan mendapatkan stimulus berupa:
15 ekor ayam petelur siap produktif.
Paket instalasi kandang paralel vertikal 3 tingkat (Ayam - Maggot - Kolam Ikan).
Pendampingan teknis budidaya agar program berjalan berkelanjutan.
3. Solusi Dua Masalah Sekaligus (Gizi & Ekonomi)
Pemerintah daerah merancang program ini sebagai pendekatan berlapis:
Intervensi Gizi: Memastikan balita stunting dan ibu hamil mendapatkan akses protein hewani (telur dan ikan) segar secara gratis dan langsung dari pekarangan rumah setiap hari.
Kemandirian Ekonomi: Membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga dari penjualan surplus telur, ikan, atau maggot guna meningkatkan daya beli dan kesejahteraan domestik.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar berbasis pemberdayaan masyarakat yang sangat relevan untuk diterapkan hingga ke tingkat desa, guna menciptakan ketahanan pangan berskala keluarga secara mandiri.
Cirahab: Simbol Harmoni Edukasi dan Alam
Pemilihan Wisata Edukasi dan Institut Alam Rimba, Cirahab sebagai lokasi serah terima program dinilai sangat tepat. Tempat ini merepresentasikan bagaimana edukasi, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan.
Melalui penyerahan simbolis bibit cabe dan bantuan telur oleh Ketua TP PKK kepada perwakilan warga Desa Pusparaja, program ini resmi bergulir. Diharapkan, Institut Alam Rimba dapat menjadi motor penggerak sekaligus pusat pembelajaran bagi warga dalam mengelola pertanian mikro yang berkelanjutan.
Acara diakhiri dengan penanaman bibit cabe pertama secara simbolis oleh Ibu Hj. Retno Widiyastuti bersama tokoh masyarakat setempat, menandai dimulainya babak baru kemandirian pangan di Desa Pusparaja.( A-one)