Malam pergantian tahun biasanya identik dengan riuh pikuk kota dan kembang api. Namun, di Desa Pusparaja, suasana berbeda tersaji begitu indah. Hamparan Jalan Areal Pesawahan Sawah Lega menjadi saksi bisu sebuah perhelatan spiritual dan edukatif bertajuk "Camping Tadabur Alam" dalam rangka menyambut fajar pertama tahun 2026.
Sinergi Membangun Desa
Acara ini bukan sekadar kemping biasa, melainkan buah manis dari kolaborasi lintas organisasi. Semangat pengabdian mahasiswa KKN 24 Universitas Siliwangi (Unsil) berpadu selaras dengan visi Pemerintah Desa Pusparaja. Dukungan penuh juga datang dari Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang melihat potensi estetika Sawah Lega, serta energi kreatif dari pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Pusparaja.
Merenung di Bawah Langit Pusparaja
Di bawah naungan langit malam yang cerah, deretan tenda berdiri rapi di antara petak-petak sawah yang menghijau. Kegiatan diisi dengan berbagai agenda yang menyentuh hati:
- Tadabur Alam: Menikmati semilir angin dan suara alam sebagai sarana mengagumi kebesaran Sang Pencipta.
- Refleksi Akhir Tahun: Duduk melingkar bersama warga dan mahasiswa untuk mengevaluasi diri serta merajut harapan baru.
- Ramah Tamah: Mempererat tali silaturahmi antara kaum intelektual muda (KKN) dengan masyarakat lokal melalui api unggun dan diskusi hangat.
Menandai Awal yang Baru
Saat jarum jam menyentuh angka 12, tidak ada dentuman yang memekakkan telinga. Yang ada hanyalah untaian doa dan komitmen untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kemajuan bagi Desa Pusparaja. Area Sawah Lega yang biasanya sepi, malam itu menjelma menjadi panggung kebersamaan yang hangat, membuktikan bahwa potensi desa bisa dikelola dengan apik melalui gotong royong.
Fajar 2026 menyingsing di ufuk timur Sawah Lega, membawa harapan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pemuda ini akan terus berlanjut demi kemajuan pariwisata dan kesejahteraan warga Pusparaja.